Sabtu, 20 Mei 2017

SS_TUGAS03_PEREKONOMIAN INDONESIA

PERDAGANGAN LUAR NEGERI/INTERNASIONAL


1.PENGERTIAN PEDAGANG LUAR NEGERI
Pengertian Perdagangan Luar Negeri atau International. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan. Perdagangan Luar Negeri adalah Perdagangan yang mencakup kegiatan Ekspor dan/atau Impor atas Barang dan/atau Perdagangan Jasa yang melampaui batas wilayah negara. Pemerintah mengatur kegiatan Perdagangan Luar Negeri melalui kebijakan dan pengendalian di bidang Ekspor dan Impor.
2. JENIS-JENIS PERDAGANGAN LUAR NEFERI/INTERNASIONAL
Perdagangan internasiaonal atau antara negara dapat dilakukan dengan berbagai macam cara diantaranya :
          1.Ekspor
Dibagi dalam beberapa cara antara lain :
            a.Ekspor Biasa
Pengiriman barang keluar negri sesuai dengan peraturan yang berlaku, yang ditujukan kepada pembeli di luar negri, mempergunakan L/C dengan ketentuan devisa.
             b.Ekspor Tanpa L/C
Barang dapat dikirim terlebih dahulu, sedangkan eksportir belum menerima L/C harus ada ijin khusus dari departemen perdagangan
          2.Barter
Pengiriman barang ke luar negri untuk ditukarkan langsung dengan barang yang dibutuhkan dalam negri.
Jenis barter antara lain : 
            a.Direct Barter      
Sistem pertukaran barang dengan barang dengan menggunakan alat penetu nilai atau lazim disebut dengan denominator of valuesuatu mata uang asing dan penyelesaiannya dilakukan melalui clearing pada neraca perdagangan antar kedua negara yang bersangkutan.
             b.Switch Barter
Sistem ini dapat diterapkan bilamana salah satu pihak tidak mungkin memanfaatkan sendiri barang yang akan diterimanya dari pertukaran tersebut, maka negara pengimpor dapat mengambil alih barang tersebut ke negara ketiga yang membutuhkannya.
             c.Counter Purchase
Suatu sistem perdagangan timbal balik antar dua negara. Sebagai contoh suatu negara yang menjual barang kepada negara lain, mka negara yang bersangkutan juga harus membeli barang dari negara tersebut.
       d.Buy Back Barter
Suatu sistem penerapan alih teknologi dari suatu negara maju kepada negara berkembang dengan cara membantu menciptakan kapasitas produksi di negara berkembang , yang nantinya hasil produksinya ditampung atau dibeli kembali oleh negara maju.

          3.Konsinyasi (Consignment)
style="margin-left: 27.0pt; text-align: justify;">Pengiriman barang dimana belum ada pembeli yang  tertentu di LN. Penjualan barang di luar negri dapat dilaksanakan melalui Pasar Bebas ( Free Market) atau Bursa Dagang ( Commodites Exchange)   dengan  cara lelang. Cara pelaksanaan lelang pada umumnya sebagai berikut :
a.Pemilik brang menunjuk salah satu broker yang ahli dalah salah satu komoditi.
b.Broker memeriksa keadaan barang yang akan di lelang terutama mengenai jenis dan jumlah serta mutu dari barang tersebut.
c.   Broker meawarkan harga transaksi atas barang yang akan dijualnya, harga transaksi ini disampaikan kepada pemilik barang.
d.Oleh panitia lelang akan ditentukan harga lelang yang telah disesuaikan dengan situasi pasar serta serta kondisi perkembangan dari barang yang akan dijual. Harga ini akan menjadi pedoman bagi broker untuk melakukan transaksi.
e.Jika pelelangan telah dilakukan broker berhak menjual barang yang mendapat tawaran dari pembeli yang sana atau yang melebihi harga lelang.
f.Barang-barang yang ditarik dari pelelangan masih dapat dijual di luar lelang secara bawah tangan
g.Yang  diperkenankan ikut serta dalam pelalangan hanya anggita yang tergabung dalam salah satu commodities exchange untuk barang-barang tertentu.
        h.Broker mendapat komisi dari hasil pelelangan yang diberikan oleh pihak yang diwakilinya.
       4.Package Deal
Untuk memperluas pasaran hasil kita terutama dengan negara-negara sosialis, pemerintah adakalanya mengadakan perjanjian perdagangan ( rade agreement) dengan salah saru negara. Perjanjian itu menetapkan junlah tertentu dari barang yang akan di ekspor ke negara tersebut dan sebaliknya dari negara itu akan mengimpor sejumlah barang tertentu yang dihasilkan negara tersebut.
          5.Penyelundupan (Smuggling)
Setiap usaha yang bertujuan memindahkan kekayaan dari satu negara ke negara lain tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku. Dibagi menjadi 2 bagian :
        a.Seluruhnya dilakuan secara ilegal
        b.Penyelundupan administratif/penyelundupan tak kentara/ manipulasi (Custom Fraud)
          6.Border Crossing
Bagi negara yang berbatasan yang dilakukan dengan persetujuan tertentu (Border Agreement), tujuannya pendudukan perbatasan yang saling berhubungan diberi kemudahan dan kebebasan dalam jumlah tertentu dan wajar. Border Crossing dapat terjadi melalui :
       a.Sea Border (lintas batas laut)
Sistem perdagangan yang melibatkan dua negara yang memiliki batas negara berupa lautan, perdagangan dilakukan dengan cara penyebrangan laut

        b.Overland Border (lintas batas darat)
Sistem perdagangan yang melibatkan dua negara yang memiliki batas negara berupa daratan, perdagangan dilakukan dengan cara setiap pendudik negara tersebut melakukan interaksi dengan  melewati batas daratan di masing-masing negara melalui persetujuan yang berlaku

4.Faktor-Faktor yang Mendorong Terjadinya Perdagangan Luar Negeri/Internasional
   Ada banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan internasional. Faktor tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

a. Suatu Negara Tidak Mampu Memproduksi Semua Barang yang Dibutuhkan Masyarakatnya
   Ada kalanya suatu negara tidak mampu memenuhi semua barang dan jasa yang menjadi kebutuhan penduduk, sehingga untuk memenuhinya suatu negara perlu mengimpor barang dan jasa tersebut dari luar negeri. Dengan demikian kebutuhan produk dapat dipenuhi.

b. Keinginan Memperoleh Keuntungan (Devisa) untuk Meningkatkan Penerimaan Negara
   Dalam rangka meningkatkan penerimaan negara, negara mengekspor barang dan jasa produk dalam negeri ke luar negeri. Dari kegiatan ekspor tersebut suatu negara akan memperoleh keuntungan (devisa).

c. Perbedaan Sumber Daya Alam
   Perbedaan sumber daya alam mendorong setiap negara menghasilkan produk yang berbeda. Hal ini mendorong terjadinya perdagangan di antara negara yang memiliki produk berbeda.

d. Perbedaan Kemampuan Sumber Daya Manusia
   Kemampuan sumber daya manusia antara negara satu dengan negara yang lain sangat berbeda. Contoh ada negara yang sudah mampu dan ada yang belum mampu untuk memproduksi pesawat terbang, sedangkan hampir seluruh negara membutuhkannya. Hal inilah yang mendorong terjadinya perdagangan antarnegara.

e. Perbedaan Selera Konsumen
    Selera konsumen di dalam negeri terhadap produk luar negeri akan memengaruhi suatu negra untuk mengimpor barang dan jasa tersebut. Perbedaan model suatu produk tertentu yang dihasilkan oleh suatu negara kadangkala akan menarik minat konsumen terhadap produk tersebut.

f. Perbedaan Kemampuan Negara untuk Mengolah Sumber Daya Ekonomi
   Perbedaan kemampuan negara dalam mengolah sumber daya ekonomi menyebabkan terjadinya perbedaan biaya produksi. Hal ini menyebabkan biaya produksi di suatu negara relatif lebih murah jika dibandingkan dengan biaya produksi di negara lain. Kondisi demikian menyebabkan suatu negara memutuskan untuk mengimpor barang karena lebih murah.

g. Keinginan Membuka Kerja Sama, Hubungan Politik, dan Dukungan dari Negara Lain
   Keinginan untuk membuka kerja sama dengan negara lain akan mendorong terjadinya perdagangan internasional. Pada sisi lain, perdagangan antarnegara juga akan menyebabkan kerja sama antarnegara semakin erat.

h. Era Globalisasi
   Adanya era gobalisasi dengan perdagngan bebas menyebabkan tidak satu negara pun di dunia ini yang dapat hidup sendiri. Mereka membutuhkan kerja sama dengan negara lain dan salah satu bentuknya adalah perdagangan internasional tersebut.

5.Contoh Perdagangan Luar Negeri/Internasional
 1. Ekspor
Ekspor adalah kegiatan perdagangan yang berupa penjualan barang dari dalam ke luar negeri. Sistem pembayaran, kualitas dan kuantitas barang, serta syarat-syarat penjualan lainnya telah disetujui oleh kedua pihak, eksportir dan importir.
Contoh: Indonesia menjual hasil bumi, seperti kopi, lada, cengkeh ke Negara lain.
2. Impor
Impor adalah kegiatan perdagangan yang berupa pembelian barang atau jasa dari suatu negara ke dalam negeri. Kegiatan ini dilakukan oleh orang atau lembaga yang disebut dengan importir. Kegiatan impor dapat menimbulkan dampak negative bagi perekonomian suatu Negara. oleh karena itu, Negara melakukan pembatasan impor demi melindungi produsen-produsen dalam negeri.
Contoh: Indonesia mendatangkan pesawat, kereta, dan kapal laut dari luar negeri untuk keperluan transportasi di dalam negeri.

Selasa, 25 April 2017

SS_TUGAS02_PEREKONOMIAN INDONESIA



PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Perekonomian indonesia

Kelas 1EB01
Disusun oleh
KELOMPOK   2


1.            Elfrida sianturi (22216295)
2.            Falfa triez maulana (22216597)
3.            Faridatun nasiroh (22216665)
4.            Galbinna wiky F (22216954)
5.            Hafitz maulana (23216139)
6.            Ika sartika (27216974)
7.            Joseph mario B T (23216754)
8.            Karisma Pangestuti (23216825)
9.            Lisa Yunita (24216073)
10.          Muchamad zola F(24216534)


Dosen pebimbing ;
Eva karla

FAKULTAS  EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2016/2017

1.            Pengertian pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan nilai pasar yang telah disesuaikan oleh tingkat inflasi dari barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu perekonomian selama waktu tertentu. Ia secara konvensional diukur sebagai tingkat prosentase dari peningkatan dalam produk domestik bruto riil, atau PDB riil. Yang lebih pentingnya lagi adalah pertumbuhan rasio PDB terhadap populasi (PDB per kapita, yang juga disebut sebagai pendapatan per kapita). Suatu peningkatan dalam pertumbuhan yang disebabkan oleh pemakaian input yang lebih efisien (seperti misalnya modal fisik, populasi, atau teritori) adalah disebut juga sebagai pertumbuhan intensif. Pertumbuhan PDB yang disebabkan hanya oleh peningkatan dalam jumlah dari input yang tersedia untuk digunakan adalah disebut pertumbuhan ekstensif.
Dalam ilmu ekonomi, “pertumbuhan ekonomi” atau “teori pertumbuhan ekonomi” secara tipikal tertuju kepada pertumbuhan dari output potensial, misalnya tingkat produksi pada tingkat tenaga kerja maksimal. Sebagai suatu area studi, pertumbuhan ekonomi secara umum terpisahkan dari ilmu ekonomi pembangunan. Yang pertama, utamanya adalah suatu studi tentang bagaimana negara-negara bisa memajukan perekonomian mereka. Yang kedua adalah suatu studi tentang proses pembangunan ekonomi khususnya pada negara-negara berpenghasilan rendah.
2.            Pengertian Pembangunan Ekonomi
Pengertian Pembangunan Ekonomi adalah suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil perkapita penduduk suatu negara dalam jangka panjang yang disertai oleh sistem kelembagaan. Adapun pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai kenaikan GDP atau GNP tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih besar atau lebih kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk, atau apakah perubahan struktur ekonomi terjadi atau tidak.Menurut Adam Smith pembangunan ekonomi merupakan proses perpaduan antara pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi. Menurut Prof. Meier pembangunan ekonomi adalah sebagai proses kenaikan pendapatan riil perkapita dalam suatu jangka waktu yang panjang. Pembangunan ekonomi merupakan suatu perubahan yang terjadi secara terus-menerus melalui serangkaian kombinasi proses demi mencapai sesuatu yang lebih baik yaitu adanya peningkatan pendapatan perkapita yang terus menerus berlangsung dalam jangka panjang.
3.            Perbedaan Pertumbuhan Ekonomi Dan Pembangunan Ekonomi
PERTUMBUHAN EKONOMI
PEMBANGUNAN EKONOMI
Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.
Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita.
Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan dan juga Tidak memperhatikan pertambahan penduduk.
Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya
Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
Memperhatikan pertambahan penduduk dan Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi.
Setiap input dapat menghasilkan output yang lebih banyak
Setiap input selain menghasilkan output yang lebih banyak juga terjadi perubahan – perubahan kelembagaan dan pengetahuan teknik.

4. contoh kasus dan tanggapan
a.            Contoh Kasus Pertumbuhan Ekonomi
Berikut merupakan contoh kasus subsidi BBM yang dikaikan dengan model solow. Dahulu Indonesia merupakan negara penghasil minyak di dunia akan tetapi sekarang Indonesia menjadi pengimpor minyak, ini karena setiap tahunnya produksi minyak di indonesia semakin berkurang. Selama ini pemerintah terus memberi subsidi untuk BBM yang dikeluarkan dari APBN, sehingga kita dapat membeli BBM lebih murah. Price ceiling yang ditetapkan di bawah harga ekuilibrium akibat adanya subsidi akan menimbulkan shortage. Shortage digambarkan oleh kasus kelangkaan BBM premium di Indonesia karena yang disubsidi ialah BBM premium. Subsidi BBM menyebabkan distorsi antar aspek ekonomi khususnya tenaga kerja, mengakibatkan terjadinya distorsi antar harga pasar antara BBM bersubsidi (premium) dengan pertamax atau pertamax plus. Subsidi BBM juga berakibat terhambatnya pengeluaran APBN untuk program sosial. Realokasi subsidi ini harus fokus kepada pengeluaran pemerintah bukan pembayaran transfer agar menjaga keefektifan dalam mengurangi tingkat kemiskinan. Bila menggunakan teknologi yang lebih baik serta SDM yang lebih terampil dalam produksi minyak, ini akan membawa hal baik untuk perekonomian Indonesia. Dalam memperoleh teknologi dan SDM yang baik dibutuhkan juga dana yang tidak sedikit. Menurut penulis hal ini tidak masalah asalkan memberi pembangunan yang berkelanjutan.
Contoh berdasarkan berita ;
         “ Pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun lagi”
       5 Februari 2016
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 tercatat pada 4,76%, menurun untuk kelima kalinya berturut-turut.
Melemahnya harga komoditas dan turunnya belanja konsumen, berbarengan dengan perlambatan di Cina, yang merupakan mitra kunci perdagangan merupakan penyebab utamanya.
Menjelang akhir tahun lalu, ekonomi tumbuh sedikit di atas 5%, didorong oleh belanja pemerintah.
Presiden Joko Widodo saat kampanye pemilihan, berjanji untuk mengangkat pertumbuhan tahunan rata-rata 7%.
Namun Indonesia hanya mengalami rata-rata pertumbuhan di bawah 6% selama dekade terakhir dan para analis meramalkan, kemungkinan pertumbuhan tidak membaik untuk beberapa waktu mendatang.
Betapapun, "data kuartal keempat adalah kejutan yang positif," ekonom Tony Nash mengatakan kepada BBC.
"Tapi sayangnya kenaikan ini kemungkinan berumur pendek. Kami memperkirakan akan terjadi penurunan pada kuartal pertama 2016 dan akan sulit mendapatkan lagi momentum pertumbuhan sebelum 2017," tambahnya.
Beberapa waktu lalu, sebuah studi oleh Kamar dagang Eropa menyebutkan bahwa tingkat kepercayaan investor Eropa kepada Indonesia menurun.


b.            Contoh Kasus Pembangunan Ekonomi
Rizal Ramli: Reklamasi Jakarta Jadi Contoh Pembangunan Ekonomi yang Disetir Swasta
Estu Suryowati
Kompas.com - 11/05/2016, 20:10 WIB
 Kompas.com/ Estu Suryowati Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menggelar rapat koordinasi tentang pengembangan industri hilir Lapangan Masela, di Jakarta, Rabu (11/5/2016). Pemerintah berminat mengembangkan industri petrokimia yang bisa memberikan multiplayer effect terhadap perekonomian Maluku dan nasional.
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menegaskan, pemerintah menginginkan pembangunan ekonomi disetir oleh negara, bukan investor atau swasta.
Hal tersebut ia sampaikan menanggapi kabar bahwa Inpex Corporation baru akan mengajukan proposal pengembangan lapangan atau Plan of Development (PoD) lapangan gas abadi Masela pada 2019. Jadwal tersebut molor dari yang ditetapkan, yaitu pada 2018.
“Itu kan maunya Inpex. Kita kan ingin berupaya pembangunan ekonomi kita ini di-drive oleh negara,” kata Rizal di kantornya, Jakarta, Rabu (11/5/2016).
Rizal mencontohkan kasus reklamasi pulau Teluk Jakarta. Rizal menyebut, hal itu merupakan salah satu contoh di mana pembangunan ekonomi disetir oleh investor swasta.
“Kita ingin pembangunan ekonomi di-drive negara, tapi mengakomodasi semua kepentingan. Kita mengakomodasi kepentingan investor, Inpex, dan lain-lain,” kata Rizal.
“Bukan dibalik-balik! Kasus reklamasi kan yang men-drive swasta,” imbuh Rizal.
Sebelumnya dikabarkan, pihak Inpex sudah menyampaikan kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bawah PoD Masela baru bisa diajukan pada 2019.
Molornya pengajuan PoD Masela ini disebabkan berubahnya desain pembangunan kilang dari floating menjadi pengembangan di darat.
Akibat molornya pengajuan PoD Masela ini, maka produksi Blok Masela pun mundur menjadi tahun 2025, dari target awal 2024.

TANGGAPAN TERHADAP KASUS DI ATAS ;
             Subsidi BBM
1.            Tanggapan          :
Menurut kami kebijakan pemerintah ini sudah baik dan bagus dalam rangka mengurangi angka kemiskinan yang terjadi di Indonesia, namun dewasa ini tidak sedikit kebijakan tersebut dipersalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, Yang dimana seharusnya masyarakat menegah  kebawah yang mendapatkan subsidi tersebut tapi banyak juga masyarakat  yang bisa dibilang cukup mampu juga mendapatkan subsidi tersebut. Dimana saran atas kebijakan tersebut harus lebih diperhatikan oleh pemerintah dalam memberikan subsidi bbm kepada masyarakat menengah kebawah.serta solusi  solusi untuk pembagian subsidi bbm diperketat, diperketat disini mengandung arti dimana pemerintah dalam membagian subsidi tersebut harus meminta data masyarakat terlebih dahulu, apakah masyarakat yang diberikan subsidi bbm tersebut masyarakat mengengah kebawah apa bukan, dengan pemberian subsidi diperketat, diharapkan dapat terlaksananya kebijakan tersebut dengan sempurna.

             Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Turun Lagi
1.            Tanggapan          :
Menurut kami , untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia bukanlah hal yang sangat gampang. Karena dari beberapa faktor penentunya, Indonesia masih sangat kurang.  Contoh Seperti halnya SDM, Sumber Daya Manusia yang handal di negeri ini masih sangatlah kurang, namun sebaliknya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sangatlah banyak, di sinilah yang menyebabkan kurang optimalnya Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dengan saran Persentase pertumbuhan ekonomi harus ditingkatkan lagi, karena jika tidak akan menambah dampak buruk bagi negara ini seperti, kemiskinan, kepadatan penduduk dan pendapatan yang tidak merata. Serta solusi Dalam hal ini, pemerintah harus meningkatkan kualitas-kualitas faktor-faktor penentu pertumbuhan ekonomi seperti, (SDM) memberikan pelatihan-pelatihan agar Sumber Daya Manusia di Indonesia dapat mengolah Sumber Daya Alamnya sendiri tanpa bantuan tenaga ahli luar negeri. (Modal) Disini kita harus memberika fitback atau keuntungan balik bagi investor maupun konsumen langganan, karena dengan begitu mereka akan percaya kepada Indonesia dan tentunya akan menambah devisa negara.

Contoh Kasus Kedua      :
             Rizal Ramli : Reklamasi Jakarta Jadi Contoh Pembangunan Ekonomi yang disetir Swasta.
1.            Tanggapan          :
Menurut kami , memang seharusnya Pembangunan Ekonomi di kendalikan oleh negara ini sendiri bukan dari pihak swasta. Karena jika pihak swasta yang mengaambil alih Pembangunan Ekonomi tersebut, menurut saya akan berbahaya dan dia (pihak swasta) akan seenaknya mengambil keuntungan dan mengeksplorasi Sumber Daya Alam di Indonesia. Contohnya, seperti PT. Freeport yang kita ketahui dia telah membabat habis beberapa gunung di daerah Papua, yang dimana Indonesia hanya mengambil beberapa persen keuntungan dari Penjualan emas Pt. Freeport.serta seran Pemerintah harus melakukan Pembangunan Ekonomi dengan dikendalikan sendiri tanpa harus dikendalikan pihak swasta, serta solusi Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia sudah seharusnya Melakukan Pembangunan Ekonomi dan Pengeksplorasian Sumber Daya Alam dilakukan oleh negara ini sendiri tanpa campur tangan Pihak Swasta. Karena dengan dikendalikan dengan negara ini sendiri, maka negara akan dapat mengambil keuntungan penuh dari penjualan atas pengeksplorasian SDA yang ada di Indonesia sehingga Pembangunan Ekonomi di Indonesia dapat terlaksana dengan baik.


KESIMPULAN
Setiap   negara   tidak   terlepas   dari   pembangunan   ekonomi.   Dalam   meningkatkan perekonomian  negara,  maka  dibutuhkan  strategi-strategi  yang  mantap.  Di  samping  itu, modal atau investasi merupakan syarat utama yang harus dimiliki suatu negara.Dalam teori lingkaran perangkap kemiskinan, ternyata pembangunan di suatu negara ditentukan  oleh  kondisi  negara  itu  sendiri.  Keadaan  masyarakat  yang  terbelakang  dan masih    tradisionil    serta    kekayaan    alam    yang    kurang    diberdayakan    menyebabkan roduktivitas  rendah.  Produktivitas  yang  rendah  menjadi  hambatan  untuk  masyarakat memperoleh pendapatan riil sehingga tabungan mereka menjadi rendah pula. Selanjutnya, tabungan  yang  rendah  menyebabkan  pembentukan  modal  rendah  yang  mengakibatkan pembentukan modal suatu negara menjadi rendah.
DAFTAR PUSTAKA
Drs .p.c.suroso,msc. Perekonomian indonesia . jakarta: PT. Gramedia pustaka utama . 
 Sukirno,  Sadono.  1985. Ekonomi  Pembangunan.  Jakarta:  Lembaga  FakultasEkonomi  UI dengan Bima Grafika.
   Jhingan, M.L. 1990. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: CV Rajawali.
  Wahyu,  Y.  Istiyono  dan  Ostaria  Silaban.  2006. Kamus  Pintar  Bahasa  Indonesia.
Batam: Karisma Publishing Group.

  https://indahainunnikmah.files.wordpress.com/2013/06/makalah-strategi-pertumbuhan-dan-pembangunan-ekonomi.pdf
http://desiauliasari.blogspot.co.id/2012/11/pertumbuhan-ekonomi-dan-pembangunan.html